Pengumuman:
Dari Ibnu 'Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِArtinya: "Tidak ada hari di mana amal saleh pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah)." (HR. Bukhari).
Cahaya Hikmah

Kisah Inspiratif · 5 Menit baca

HARI SANTRI

Ust Suheri Ariansyah S.pd. · 22 Oktober 2026

Bagikan tulisan ini

Bagikan ke WhatsApp

1. Santri Penjaga Akidah Umat

Santri adalah benteng terakhir akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Di tengah banjir informasi yang menyesatkan, santri tetap teguh berpegang pada 4 sumber hukum yang kokoh: Al-Quran, Hadis, Ijmak, dan Qiyas.

Al-Quran sebagai pedoman, Hadis sebagai penjelasan, Ijmak ulama sebagai kesepakatan kebenaran, dan Qiyas sebagai cara ulama menjawab tantangan zaman. Selama 4 pilar ini kita pegang, insyaAllah akidah umat tidak akan goyah. Inilah yang membedakan santri, belajar agama tidak instan dari Google, tapi bersanad dari guru ke guru sampai ke Rasulullah.

2. Santri Harus Menguasai Teknologi Modern

Zaman dulu santri melawan penjajah dengan bambu runcing. Hari ini, santri harus melawan kebodohan dan kemiskinan dengan teknologi.

Jangan sampai santri gagap teknologi. Santri harus bisa coding, santri harus bisa desain, santri harus bisa membuat aplikasi, santri harus paham Artificial Intelligence. Kenapa? Karena teknologi tanpa akhlak akan merusak, dan akhlak tanpa teknologi akan tertinggal.

SMP Islam kita harus melahirkan santri yang hafal Quran tapi juga jago komputer, yang pandai kitab kuning tapi juga paham sains. Inilah santri masa depan.

3. Dakwah Santri Mendunia Melalui Teknologi dan Sains

Dulu dakwah harus dari panggung ke panggung. Hari ini, satu video dakwah santri bisa ditonton jutaan orang di seluruh dunia.

Inilah dakwah 2.0. Dengan teknologi, seorang santri di Cikupa bisa berdakwah sampai ke Amerika. Dengan sains, kita buktikan bahwa apa yang ada di Al-Quran 1400 tahun lalu, baru ditemukan sains hari ini. Inilah dakwah yang mendunia, dakwah yang bil hikmah, dakwah yang relevan.

Jadilah santri yang ketika buka laptop, bukan untuk ghibah, tapi untuk dakwah. Ketika buka HP, bukan untuk flexing, tapi untuk syiar Islam.

Penutup:

Selamat Hari Santri 2025. Mari kita buktikan, Santri Penjaga Akidah, Santri Penguasa Teknologi, dan Santri yang Dakwahnya Mendunia.

Hidup Santri, Hidup NKRI!

Ditulis oleh
Ust Suheri Ariansyah S.pd.

Bagikan tulisan iniWhatsApp

Bacaan lainnya

Semua tulisan