Pengumuman:
Dari Ibnu 'Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِArtinya: "Tidak ada hari di mana amal saleh pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah)." (HR. Bukhari).
Cahaya Hikmah

Tazkiyatun Nafs · 6 Menit baca

Kenapa Kita Mudah Lupa Berdoa Saat Bahagia?

Admin · 7 Oktober 2026

Bagikan tulisan ini

Bagikan ke WhatsApp

Coba ingat malam ketika anak demam tinggi. Kita duduk di pinggir kasur, telapak tangan menempel di dahinya yang panas, dan doa keluar sendiri tanpa perlu disuruh. Panjang. Diulang-ulang.

Lalu demamnya turun. Besok paginya anak sudah minta sarapan dan lari-lari di ruang tamu. Doa kita? Biasanya ikut turun bersama demamnya.

Saya tidak sedang menunjuk orang lain. Pola ini akrab sekali, dan Al-Qur'an sudah menyebutnya sejak empat belas abad lalu.

وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَىٰ ضُرٍّ مَسَّهُ

QS. Yunus: 12

"Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri. Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalannya) seolah-olah tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya."

Kata yang membuat tertegun adalah "seolah-olah". Kita masih ingat pernah susah. Kita hanya tidak merasa pernah memohon-mohon minta tolong.

Rasa cukup yang diam-diam menjauhkan

Waktu susah, kita tahu diri. Kalau dokter sudah angkat bahu, ke mana lagi kita pergi selain ke sajadah?

Waktu lapang, rasa tahu diri itu pelan-pelan menipis. Gaji naik, kita bilang itu hasil kerja keras. Usaha lancar, kita bilang strateginya tepat. Dua-duanya mungkin benar. Masalahnya, nama Allah tidak lagi ikut disebut.

كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَىٰ ۝ أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَىٰ

QS. Al-'Alaq: 6–7

"Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia benar-benar melampaui batas, apabila melihat dirinya serba cukup." Ayat ini tidak mengatakan bahwa berkecukupan itu salah. Yang disorot adalah perasaan serba cukup, yaitu perasaan bahwa kita sudah tidak perlu meminta apa-apa lagi.

Doa di waktu lapang itu seperti tabungan

Ada satu hadits yang menurut saya pantas ditempel di dinding kamar.

Barangsiapa yang ingin doanya dikabulkan Allah ketika dalam kesulitan dan kesusahan, hendaklah ia memperbanyak doa ketika dalam keadaan lapang.
HR. Tirmidzi no. 3382

Pesan yang mirip disampaikan Rasulullah ﷺ kepada Ibnu Abbas yang waktu itu masih belia: "Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Dia akan mengenalimu di waktu sempit" (HR. Ahmad).

Bayangkan tetangga yang setiap pagi kita sapa, dan kita kirimi lauk kalau sedang masak lebih. Suatu hari mobil kita mogok di depan rumahnya. Tanpa perlu basa-basi, dia sudah keluar membawa kabel aki. Rasanya beda dengan tetangga yang baru kita ajak bicara ketika butuh pinjam tangga.

Allah tentu jauh lebih pemurah daripada tetangga mana pun, dan Dia tetap mendengar doa orang yang baru datang ketika susah. Tapi hadits ini mengajak kita menjadi hamba yang sudah dikenal sebelum datang meminta.

Senang juga ujian

Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya adalah kebaikan. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu pun baik baginya.
HR. Muslim no. 2999

Syukur adalah doa kita di hari yang baik, dan Allah sudah memberi janji tentang syukur.

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

QS. Ibrahim: 7

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat berat."

Kebiasaan kecil untuk hari-hari yang baik

Doanya tidak harus panjang. Yang penting jadi kebiasaan.

  1. Saat melihat sesuatu yang menyenangkan, misalnya anak pulang membawa nilai bagus atau hujan turun setelah kemarau, ucapkan "Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmush shalihat", segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya sempurnalah segala kebaikan (HR. Ibnu Majah).
  2. Dapat kabar gembira? Sujud syukur. Rasulullah ﷺ biasa melakukannya ketika menerima berita yang menyenangkan.
  3. Hafalkan doa Nabi Sulaiman: "Rabbi auzi'ni an asykura ni'matakallati an'amta 'alayya wa 'ala walidayya wa an a'mala shalihan tardhah" (QS. An-Naml: 19). Isinya permohonan agar kita sanggup bersyukur, karena bersyukur pun butuh pertolongan Allah.
  4. Setelah sholat, sebut satu hal baik yang sedang kamu alami, lalu minta Allah menjaganya.
  5. Kalau ada rezeki lebih, sisihkan sedikit untuk sedekah. Anggap saja sebagai ucapan terima kasih.

Malam ini, sebelum tidur, coba berdoa untuk sesuatu yang sedang baik-baik saja. Misalnya badan yang sedang sehat, atau atap yang tidak bocor padahal hujan deras. Rasanya beda dengan doa yang dipanjatkan dalam keadaan panik. Lebih pelan, dan lebih jujur.

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang mengingat-Nya di waktu lapang, sehingga Dia mengingat kita di waktu sempit. Aamiin.

Ditulis oleh
Admin

Bagikan tulisan iniWhatsApp

Bacaan lainnya

Semua tulisan
  • Kisah Inspiratif · 5 Menit baca

    HARI SANTRI

    oleh Ust Suheri Ariansyah S.pd.